Homeschooling HSPG

curl --location --request POST 'https://business-api.tiktok.com/open_api/v1.3/pixel/track/' --header 'Access-Token: ACCESS_TOKEN' --header 'Content-Type: application/json' --data-raw '{ "pixel_code": "CH09G9JC77U442B6SI3G", "event": "InitiateCheckout", "event_id":"1616318632825_357", "timestamp": "2020-09-17T19:49:27Z", "context": { "ad": { "callback": "123ATXSfe" }, "page": { "url": "http://demo.mywebsite.com/purchase", "referrer": "http://demo.mywebsite.com" }, "user": { "external_id": "f0e388f53921a51f0bb0fc8a2944109ec188b59172935d8f23020b1614cc44bc", "phone_number": "2f9d2b4df907e5c9a7b3434351b55700167b998a83dc479b825096486ffcf4ea", "email": "dd6ff77f54e2106661089bae4d40cdb600979bf7edc9eb65c0942ba55c7c2d7f" }, "user_agent": "Mozilla/5.0 (platform; rv:geckoversion) Gecko/geckotrail Firefox/firefoxversion", "ip": "13.57.97.131" } }'

Potret Alumni Homeschooling HSPG

Siapa sih yang ngga kenal dengan Jefri Nichol atau Andrew Kaleweit? Mereka adalah anak muda yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir banyak orang karena prestasi dan partisipasinya dalam event ataupun karya nyata berskala nasional. Selain itu juga banyak tokoh-tokoh muda lain bermunculan di media di sekitar kita, mulai dari media sosial hingga jaringan televisi nasional. Bahkan sebagian diantaranya masih sekolah atau memulai kesibukan / karirnya saat usia sekolah, seperti Jefri Nichol dan Andrew Kaleweit. Tentu dengan kesibukan yang luar biasa padat sebagai influencer, artis, atau tokoh muda membuat mereka harus mampu mengatur waktu belajar dan berkarir dengan baik. Lalu, sistem belajar seperti apa yang dapat mendukung mereka bersekolah? 

Yap, tidak lain dan tidak bukan adalah sistem belajar homeschooling atau sekolah rumah. Homeschooling menawarkan sistem pendidikan yang fleksibel dan customise (menyesuaikan kebutuhan anak). Dengan sistem homeschooling, anak-anak dengan tingkat kesibukan yang tinggi dapat terakomodasi untuk belajar tanpa harus mengganggu karir dan prestasi mereka. Selain itu, mereka juga dapat memperoleh ijazah dan sertifikat pendidikan yang sama seperti sekolah umum sehingga mereka dapat memiliki kesempatan untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya.

Lalu, bagaimana sekolah di Homeschooling itu?

Oke, dalam hal ini kita akan berbicara tentang proses bersekolah Homeschooling HSPG. Di Homeschooling HSPG sebenarnya menerapkan kurikulum yang sama dengan sekolah lainnya, yaitu Kurikulim Merdeka yang diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Jadi, apa yang dipelajari di sekolah lain juga dipelajari di Homeschooling HSPG. Selain itu, Homeschooling HSPG juga memiliki pilihan kelas Internasional yang menggunakan Cambridge International Curriculum.

Walaupun kurikulum nasional yang dipakai sama, yang membedakan adalah proses belajarnya. Di Homeschooling HSPG, setiap anak akan mendapatkan asesmen psikologi dan akademik terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran. Dalam asesmen tersebut akan dicari potensi bakat dan minat anak, serta kendala-kendala yang dihadapi anak dalam belajar. Hal ini menjadi modal penting untuk menentukan model belajar yang tepat untuk anak nantinya.

Setelah Homeschooling HSPG menedapatkan hasil asesmen dari anak, wali siswa dan anak akan ditawarkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak, mulai dari belajar komunitas di sekolah, belajar individu di sekolah atau di rumah, distance learning, hingga belajar mandiri dengan pengajar yang ditentukan sendiri oleh anak dan wali siswa.

Lalu, apakah sistem ini dapat dengan efektif digunakan oleh anak-anak dengan kesibukan tinggi seperti yang telah disebutkan diatas?

Tentu saja sangat efektif. Poin utama sebelum dimulainya pembelajaran yang adalah melakukan observasi kepada anak hingga dapat diketahui model belajar yang efektif untuk mereka. Berikut beberapa contoh dari model belajar Homeschooling HSPG yang digunakan untuk para alumni hebat Homeschooling HSPG.

1. Andrew Kaleweit

Andrew Kaleweit dalam wawancara Close The Door bersama Deddy Corbuzier  

Jika kalian suka mencari tips survival di alam, kalian akan menemukan chanel Andrew Kaleweit di proritas pencarian YouTube. Melalui kanal YouTube, Andrew menampilkan tips ataupun challenge hidup dan survival di hutan yang membuatnya cukup populer di kalangan anak muda ataupun pecinta alam. Selain itu, bersama dengan ayahnya, Chanee Kaleweit, Andrew juga melakukan kampanye konservasi alam di hutan kalimantan. Melalui kanal YouTube Podcast Close The Door Corbuzier, Andrew Kaleweit semakin dikenal masyarakat luas karena menceritakan tentang kisahnya hidup bersama dengan kedua orang tua dan adiknya di tengah rimba Kalimantan. Di Podcast tersebut Andrew bercerita bahwa rumahnya berada di tengah rimba Kalimantan dengan akses logistik, teknologi, informasi, maupun transportasi yang sangat sulit didapatkan. Bahkan untuk mengunggah videonya pada laman YouTube saja ia harus bersabar menunggu berjam-jam karena menggunakan internet satelit. Ia juga bercerita bahwa hampir seluruh aktivitasya sejak kecil dilakukan di rumah dan sekitarnya. Hanya beberapa bulan sekali Andrew pergi ke kota terdekat atau ke Jakarta. 

Lalu bagaimana dengan sekolahnya? Apakah ia belajar seperti pada anak-anak yang lain?

Perlu diketahui bahwa Andrew adalah alumni HSPG Denpasar, Bali. 

Sebentar…, kan sejak kecil Andrew di tinggal di Kalimantan, di tengah rimba dengan akses yang luar biasa terbatas. Trus ia sekolah di Bali? Hah…, Gimana caranya?

Nah, itulah hebatnya Homeschooling HSPG. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, di Homeschooling HSPG itu ada satu metode belajar yang bernama distance learning. Kelas ini adalah metode belajar yang diambil Andrew. Degan menerapkan pembelajaran jarak jauh, Andrew dapat bersekolah dengan bimbingan tutor dari HSPG Denpasar tanpa harus datang langsung ke Bali. Semuanya proses belajar dilakukan dengan moda daring. Jadi, Andrew ngga pernah ketinggalan materi sekalipun ia belajar dari tengah hutan rimba Kalimantan.

2. Elang Nuraga, Cakka Nuraga, dan Nuffi Wardhana

Nufi Wardhana saat menjadi talent dalam video pengenalan Homeschooing HSPG

Sebagai local hero Yogyakarta ketiga nama diatas tentu sudah kita kenal sebagai musisi muda yang mampu melejit sejak usia sekolah. pemilihan profesi musisi tentu adalah komitmen sepanjang hayat dan akan mengorbankan banyak waktu untuk berlatih dan menghasilkan karya. Tak jarang latihan sepanjang hari bahkan konser diluar kota juga mereka lakukan sebagai bentuk kewajiban musisi dalam berkarya sedari usia belajar mereka.

Elang Nuraga & Cakka Nuraga dalam sesi photoshoot untuk cover album The Finest Tree

Lalu kapan mereka belajarnya kalau sedari usia sekolah mereka sudah terbiasa menghabiskan waktu sebagai musisi?apakah mereka sekolah seperti teman sebayanya?

Nah, itulah hebatnya lagi Homeschooling HSPG!
Elang Nuraga, Cakka Nuraga, dan Nufi Wardhana belajar secara individu mengikuti jadwal kesibukan mereka. HSPG memiliki peran penting melalui program individu untuk menunjang kebutuhan belajar dan bakat dan minat. Tak jarang jadwal belajar dilakukan fleksibel mengikuti kebutuhan panggung ketiganya. Semua proses belajar dilakukan dengan tetap menjalankan kurikulum yang dipilih, alhasil ketiganya dinyatakan lulus dari Homeschooling HSPG pada tahun 2014, 2015, dan 2016.

3. Jefri Nichol

Jefri Nichol saat membintangi video clip Bintang di Surga – Noah

Siapa sih yang ngga kenal Jefri Nichol. Pria yang memerankan berbagai macam karakter di beberapa film tanah air ini memiliki banyak fans dari berbagai rentang usia. Mulai anak usia SMP hingga emak-emak dan mamang sayur di pasar pasti tahu Jefri Nichol. Jefri mengawali karier di dunia modeling dan akting sejak tahun 2013 dengan menjadi pemeran pendukung dalam miniseri Kami Rindu Ayah. Setelah itu Jefri semakin dikenal luas oleh masyarakat dengan berakting di film Pertaruhan, Surat Cinta untuk Starla, Dear Nathan, dan masih banyak lagi. Selain itu ia juga tampil di beberapa video clip musik tanah air, yaitu Surat Cinta Untuk Starla – Virgoun, Bintang di Surga – Noah, dan Merasa Indah – Tiara Andini. 

Semua kiprahya itu ia bangun semasa ia masih di usia sekolah, dan lagi-lagi Homeschooling menjadi pilihan Jefri untuk menempuh pendidikannya. Jefri bergabung dengan Homeschooling HSPG saat ia berada di jenjang SMA. Saat itu aktivitasnya dalam berakting dan modeling sedang naik daun, membuatnya tidak bisa melanjutkan pendidikan formalnya di SMK. Selanjutnya ia terdaftar sebagai salah satu siswa di Homeschooling HSPG Bekasi hingga lulus pada tahun 2018. Ia memilih Homeschooling HSPG karena sistem belajarnya yang dapat lebih fleksibel dan waktunya dapat disesuaikan dengan kesibukannya sehingga tidak saling mengganggu satu sama lain.

Sebetulnya masih ada lagi tokoh-tokoh nasional ataupun dunia yang memilih Homeschooling sebagai model pendidikannya, diantaranya adalah Queen Elizabeth II, Woodrow Wilson, Agatha Christie dan masih banyak lagi. Sama seperti fungsi homeschooling di seluruh dunia, Homeschooling HSPG menawarkan pendidikan alternatif yang tidak dapat diakomodir oleh sekolah formal disebabkan oleh berbagai latar belakang siswa yang beragam. 

Dari program yang ditawarkan, Homeschooling HSPG mampu mendukung kegiatan akademis dan non-akademis setap peserta didik dengan lebih efektif. Sebagian dari mereka telah meneruskan potensi bakat dan minat mereka sesuai bidang yang telah mereka tekuni. Sebagian lagi memilih untuk menempuh perguruan tinggi atau pendidikan lanjutan tanpa terkendala masalah ijazah maupun legalitas lainya.

Jadi buat kalian yang punya kesibukan di luar sekolah, yuk gabung dengan Homeschooling HSPG. Eksplor minatmu dan kembangkan bakatmu. 

-HA & MRD-

Categories artikel/Galeri

Post Author: adminhspg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *